MENU0

Jalan ke Surabaya, Liburan Hemat Namun Memikat

Surabaya oh Surabaya oh Surabaya

Kota kenangan kota kenangan, takkan terlupa

Lagu yang dipopulerkan Sundari Soektjo tentang kota Surabaya ini masih terngiang di kepalaku, karena beberapa hari lalu, aku bepergian ke Surabaya dengan kereta api. Ini bukan pengalaman pertama naik kereta ke Surabaya, namun aku terkesan karena setelah sekian lama nggak naik kereta, ternyata PT. Kereta Api Indonesia sudah bebenah banyak sekali. Aku dan dia (@anindxtya) ke Surabaya sengaja memilih moda transportasi ini karena murah hanya 90.000 untuk kelas Ekonomi dengan KA Ambarawa Express. Tadinya kita nggak berharap banyak, tapi ternyata kereta jaman sekarang walaupun berlabel ekonomi, pelayanannya nggak kalah sama kelas Eksekutif. Mulai dari AC yang super dingin, kursi yang empuk, dan gerbong serta kamar mandi yang bersih. Tiap beberapa jam, ada tim pengambil sampah yang nyamperin kita satu per satu lho. Bedanya, kalau di kelas Ekonomi kursinya nggak bisa diturunin biar kita bisa posisi setengah tidur. Selain itu, jarak antar kursi di kelas ini juga terbatas, sehingga buat yang kakinya panjang sebaiknya duduk di nomor 11 atau 12. Selain itu, susunan kursi di kereta ini separuh menghadap ke Timur, separuh ke Barat sehingga tempat duduk nomor 11 dan 12 berhadap-hadapan yang otomatis jarak antar kursi jadi lebih luas tentunya. Kereta berangkat dari Semarang, dan Surabaya sangat tepat waktu. Nggak ada tuh delay, atau berhenti di salah satu stasiun kelamaan.

Anyway, kami pergi ke Surabaya kali ini cuma dengan satu tujuan yaitu nonton film Star Wars di IMAX. Karena nggak puas dengan layar dan sound yang ada di bioskop Semarang, kami memutuskan untuk jalan ke kota terdekat buat nonton versi 3D di layar yang lebih besar dengan sound yang mantap. Cukup simple bukan bikin kami bahagia?

Karena lokasi IMAX ada di Tunjungan, kami cari hotel yang bisa ditempuh dengan jalan kaki. Alhamdulillah kami menemukan hotel vintage yang asik banget, yaitu Varna Heritage Hotel. Dengan interior jaman dulu, hotel ini bikin kesan tersendiri untukku. Dengan harga Rp 370.000,- per malam, review yang menuliskan kalau makanan di sini enak ternyata nggak bohong. Untuk hotel bintang 3, so far sarapan di hotel ini paling enak diantara hotel-hotel yang pernah kami menginap. Yang spesial adalah minuman beras kencur tanpa ampas dan ada sedikit rasa asam yang bikin minuman ini jadi nggak biasa alias belum pernah aku minum sebelumnya. Begitu masuk hotelnya, aroma terapinya pun menyerbakkan aroma kencur lengkap dengan iringan gending Jawa. So, vintage….I love it!

Kalau liburan biasanya dihabiskan ke tempat wisata, dua malam di Surabaya kami habiskan dengan jalan-jalan. Yap, jalan kaki yang sebenarnya. Mengubah jalur berangkat dan pulang menuju IMAX, bikin kami menemukan beberapa hal. Pertama, hotel kami ternyata dekat dengan Hotel Yamato Surabaya, lokasi peristiwa perobekan bendera (merah putih biru menjadi merah putih). Hotel itu sekarang bernama Hotel Majapahit Surabaya. Kedua, kami menemukan warung Rawon Setan yang super ramai dan terkenal ini. Karena penasaran, kami mencoba makan rawon di sini. Ternyata rasanya memang sedap dengan potongan daging dadu besar yang bikin kami lahap makannya. Ketiga, Pasar Genteng yang terkenal dengan penjual oleh-oleh berada di belakang hotel tempat kami menginap. Bandeng asap yang menjadi ciri khas Sidoarjo kami borong dari pusat oleh-oleh ini. Kapan lagi kita bisa makan bandeng asap yang betul-betul dimasak secara tradisional bahkan masih bau asap lho dagingnya.

Overall, aku jatuh cinta dengan Surabaya. Kotanya teratur, rapi dan penduduknya taat peraturan. Sebagai pejalan kaki, kami merasa cukup aman ketika menyebrang, karena di setiap traffic light ada tombol bel khusus untuk penyebrang jalan. Ketika tombol besar tersebut dipencet, bel dengan suara nyaring akan berkumandang selama 13 detik untuk memberikan kesempatan pejalan kaki untuk menyebrang. Dan bel tersebut nggak akan bisa dipencet bila digunakan kurang dari semenit sebelumnya. Nggak perlu lagi naik turun jembatan penyebrangan atau membahayakan diri dengan lari buru-buru untuk menyebrang jalan. Di setiap trotoar juga diberikan lubang gorong-gorong super besar, supaya jalanan nggak banjir karena airnya langsung dialirkan (entah kemana). Dan hari itu, pak tukang dengan rajin tetap bekerja di hari libur. Semoga kota ini makin cantik dan bersih kedepannya, sehingga aku akan ingin terus kembali ke sana.

No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
Instagram
Follow me @raninelasari
This error message is only visible to WordPress admins

Error: API requests are being delayed for this account. New posts will not be retrieved.

There may be an issue with the Instagram Access Token that you are using. Your server might also be unable to connect to Instagram at this time.

Error: No posts found.

Make sure this account has posts available on instagram.com.

Error: admin-ajax.php test was not successful. Some features may not be available.

Please visit this page to troubleshoot.