MENU0

Sedjoli Selalu di Hati

 

Waktu itu pernah nulis di caption Instagram kalau aku nggak ada rencana bikin usaha kuliner, karena sejatinya aku sukanya jajan bukan jual jajan.
But, never say never. Pertengahan 2020 tepatnya Mei, aku dan suami bikin usaha makanan bernama Sedjoli.
Sebetulnya ini bukan brand baru. Brand makanan ini udah pernah kami pakai tahun 2013 saat kami iseng mengisi waktu libur dengan jualan minuman di bazar yang aku juga yg bikin bersama salah satu sahabat, hehehe.. (waktu itu memang aku kelebihan energi jadi apa aja dikerjakan). Karena nggak tau harus diterusin buat brand apa, akhirnya kita pakai buat bisnis makanan ini. Bedanya kalau dulu namanya Sedjoly, sekarang menjadi Sedjoli (dengan akhiran “i”).

Kenapa bernama Sedjoli? Karena dikerjakan berdua. Selain itu, terselip doa supaya kami selalu bersama. Sebagai pasangan LDM (Long Distance Marriage) harapan utama adalah selalu bersama, menjadi satu menjadi Sedjoli. Sekarang dan selamanya, uhuuyy…..

Cerita soal Sedjoli, berawal dari seorang Rani yang ingin bertahan di masa pandemi. Banyak cara untuk tetap waras, tenang menghadapi awal pandemi kala itu. Maklum ya seumur hidup ya baru sekali ini mengalami pandemi yang berefek besar untuk kehidupan banyak orang termasuk kehidupan aku sendiri. Beberapa kegiatan udah aku ikuti, tapi rasanya kok nggak afdol kalau nggak bikin sesuatu. Berasa diri ini seorang pengangguran yang nggak produktif. Gayung bersambut, mama mertua bercerita kalau tetangga ada yang pinter bikin makanan, dan suaminya di PHK kala itu. Jadi mama minta aku dan suami bantu mereka. Karena suami pernah punya bisnis F&B jadi dianggap bisa. Setelah melalui proses pemilihan menu dan test food sampai menemukan rasa yang pas serta melakukan tes pasar akhirnya Tahu Bakso, Tahu Petis kita berani jual untuk umum. Meskipun usaha kecil, tapi kami ingin mengerjakan Sedjoli dengan serius. Dari mulai desain logo, pemilihan kemasan hingga label, kita pikirkan baik-baik filosofinya. Dan, karena ini adalah bisnis pasangan muda (yang udah nggak muda banget pastinya) nggak seru kalau tanpa intrik, hehe….. sehingga memakan waktu sebulan lebih sebelum akhirnya dilempar ke pasaran.

Setelah akhirnya kami jual ke pasaran, tadinya kita nggak berekspektasi terlalu tinggi, niatnya membantu teman, mengasah kemampuan branding dan tentunya mendapatkan penghasilan tambahan dimana kala itu pandemi aku jobless alias pengangguran karena acara pernikahan dilarang diadakan. Namun, ternyata sambutannya sangat bagus. Nggak kurang dari 20 pack sehari kita bisa jual. Sebagai pemula, terutama aku yang belum pernah bisnis makanan tentunya aku bahagia dong dengan angka segitu. Sistem kami sampai sekarang masih sama, yaitu Pre Order. Hal ini kami lakukan untuk menghemat biaya produksi dan menghindari mubadzir sisa produk yang tidak laku. Dua bulan setelah kami jual Tahu Bakso dan Tahu Petis, kami menambah menu untuk pilihan #sobatsedjoli (sebutan untuk pembeli Sedjoli) yaitu Tahu Walik, Otak-Otak Bandeng, serta Kremesan Ayam dan Abon Sapi. Setelah makanan mulai nyaman, kami pun menambah minuman juga yaitu Es Soklat, SyuKur (Susu Kurma).

Alhamdulillah Sedjoli sudah jalan 8 bulan. Seiring berjalannya waktu kami akan menambah menu baru supaya lebih beragam dan juga minuman sebagai pelengkap.
Semoga bisa berjalan lama dan lancar selalu yah.

Sedjoli selalu di hati kami, kamu dan kita semua.

Doakan kami…..

 

With Love,

Sedjoli

No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
Instagram
Follow me @raninelasari
This error message is only visible to WordPress admins

Error: API requests are being delayed for this account. New posts will not be retrieved.

There may be an issue with the Instagram Access Token that you are using. Your server might also be unable to connect to Instagram at this time.

Error: No posts found.

Make sure this account has posts available on instagram.com.

Error: admin-ajax.php test was not successful. Some features may not be available.

Please visit this page to troubleshoot.