MENU0

Meilleur Ami : Nama Susah Bikin Berkah

“Nama butiknya apa mbak?”

“Meilleur Ami (dibaca : meiyer ami)”

“Apa mbak?”

“M-E-I-L-L-E-U-R AMI”

“Ooo MELILEUR AMI’ (masih juga salah)

OK! Berapa banyak orang yang salah sebut nama kami, berapa orang yang salah baca. Setahun pertama didirikan, aku kadang berpikir untuk mengganti nama. Tapi malas melakukan kegiatan rebranding, karena selain butuh waktu dan dana, nama ini memiliki arti yang dalam untuk kami berempat. Tapi rupanya semakin kesini, nama ini menjadi “senjata” tersendiri buat kami. Di tempat yang sekarang di Kedungmundu, Meilleur Ami dikenal dengan “Butik muslimah di Kedungmundu yang namanya susah”, hehehe…. At least, they remember us! Nama ini jadi rejeki tersendiri, mereka mungkin samar samar dengan nama, tapi mereka ingat sekali dengan karya kami. Dan ketika aku atau seseorang berhasil mengucap dengan benar yaitu meiyer ami, pasti akan di jawab : “Oooo yang di kedungmundu itu ya?”

Kembali ke masa 2013. Persahabatan empat orang gadis (saat itu) yang punya latar belakang dan passion yang berbeda. Dari duduk ngobrol dan berkeluh kesah di sebuah tempat makan, jadilah kami memutuskan untuk bersatu dalam bisnis dan memberi nama berdasarkan persahabatan kami. Yap, Meilleur Ami artinya sahabat baik dari Bahasa Perancis. Harapannya, ketika nantinya kami lupa diri karena bisnis kami, kami akan selalu ingat bahwa kami memulai semua dari awal bersama-sama sebagai sahabat.

ki-ka : Rani, Sundus, Hana, Dya

Mengumpulkan empat orang dengan keinginan masing-masing tidaklah mudah, ada Dya dengan Ciss by Hamidiya, yang crafter banget. Hasil karyanya sudah nasional dan banyak banget penggemarnya, dan dia pun sibuk menulis buku crafting. Hana dengan Hana’s Beau yang menjadi salah satu pioneer hijab fashion handmade di Semarang. Selain sibuk menjual produknya, dia juga sibuk membesarkan workshop menjahit miliknya. Sundus kala itu punya salon muslimah bernama Aisya Salon dan makeup wisuda keliling di Semarang, dan sedang sibuk dengan kursus makeup professional ke berbagai kota. Plus aku sendiri yang waktu itu bekerja di media lokal dan mengorganisir Nomaden Market. Awalnya mereka meminta tolong aku untuk bikin acara di bulan puasa, mereka juga aktif ikut  Nomaden Market dan pada akhirnya ketagihan kerja bareng, lalu muncul ide untuk melebur karena susahnya survive di dunia bisnis muslimah fashion di Semarang kala masih jalan sendiri-sendiri. Selain itu, visi misi kami sama, ingin mengembangkan fashion and beauty muslimah di Semarang yang belum ada yang concern menggarap pasar ini dengan baik kala itu.

Karena dirasa kami memiliki bekal kemampuan yang mencukupi, nggak ada salahnya kami membagi jobdesc. Singkat cerita, jadilah kami membuka butik pertama kami di sebuah rumah Jalan Pleburan Raya. Nggak disangka animonya bagus banget, apa yang kami jual selalu sold out. Jasa makeup Sundus semakin maju dan akhirnya kita memutuskan untuk lebih mempererat diri mengadakan jasa makeup dan gaun wedding khusus untuk muslimah berhijab. Sebab, berdasarkan pengalamanku sendiri cari makeup dan gaun muslimah modern yang nggak ketat itu susah. Baru setahun berjalan, kami pun menutup target dengan baik. Tapi perjalanan nggak mulus, lagi asik-asiknya di Pleburan, kontraknya habis dan pemiliknya menaikkan harga sewa lebih dari 3 kali lipat yang membuat kami tercekik.

Syukur Alhamdulillah, karena melihat perjuangan kami selama ini,  kami diberi rejeki investor yang baik hati menyediakan ruko di Kedungmundu. Dengan sistem sewa bulanan, beliau yang merupakan ibu dari Sundus mempercayakan rukonya untuk kami tempati. Jadilah kami percaya diri kembali dan say goodbye buat rumah pink di Pleburan.

Persahabatan dan perjalanan kami membesarkan Meilleur Ami, nggak selalu mulus, sebagai seorang wanita yang akhirnya semua sudah menikah dan memiliki anak, kami sering dihadapkan dengan dilema, mau keluarga dulu atau bisnis dulu. Nah, dari situlah persahabatan kami pun teruji, bisa nggak ya tim ini tetap jalan dengan kesibukan masing-masing. So far, BISA. Kuncinya melepas egois diri dan saling menyadari kondisi sahabat kita. Selain itu, selalu menjaga hubungan baik dengan karyawan juga termasuk salah satu kunci kami bisa bertahan saat ini. Mereka bukan pegawai atau anak buah tapi mereka adalah partner kami dalam membesarkan Meilleur Ami. Kalau dulu di awal buka kami lakukan karena passion, kalau sekarang kami mengelola bisnis bersama ini dengan Cinta. Doakan ya semoga selamanya menjadi MEILLEUR AMI.

Buat yang ingin tahu ada apa aja sih di Meilleur Ami bisa klik link di bawah ini :

www.meilleurami.net (buat produk regular) dan www.amibrides.com (untuk wedding service)

No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
Instagram
Follow me @raninelasari