MENU0

Klien Bahagia, Vendor Gembira

Menjadi salah satu vendor pernikahan termasuk salah satu impian ku dari jaman dulu. Karena kebetulan, Almarhum Papah pernah punya keinginan bikin wedding organizer. Tahun 2013, impian ini perlahan mulai dibangun dengan beberapa sahabat dan lahirlah Meilleur Ami Muslimah Bride, jasa merias pengantin lengkap dengan pakaiannya. Di sini, aku mendapat jobdesc sebagai bussiness manager sekaligus marketing dan stylist. Yang artinya, secara langsung bertemu dengan klien, sebelum akhirnya Sundus (makeup artist) dan Dya (desainer) bertemu dengan mereka.

Nah, kali ini aku bakal berbagi tips setelah mendengarkan cerita dan merangkum pengalaman kami serta beberapa teman vendor tentang bridezilla yang belakangan ini makin marak, baik disadari maupun nggak disadari oleh calon pengantin. Tips ini sebenarnya teruntuk calon pengantin, tapi kalau kamu bukan calon pengantin dan tetap ingin baca, sangat diperbolehkan supaya bisa memberi tahu teman yang punya potensi menjadi bridezilla.

Kalau belum paham bridezilla, bisa baca di blog Meilleur Ami Muslimah Bride di www.amibrides.com atau klik judul ini : Ciri – Ciri Terkena Bridezilla Syndrome

Mari kita mulai…

Istilah “Konsumen adalah Raja” pasti sudah familiar kita dengar, istilah ini kalau diartikan secara harafiah maka bisa berarti bahwa SEMUA permintaan konsumen, atau dalam hal ini klien harus dituruti dan disediakan oleh vendor.

Tapi kalau di Meilleur Ami, konsumen / klien bukan kami anggap sebagai raja, lebih dari itu, klien bagi kami adalah sahabat, kami hormati dan layani layaknya sahabat baik.

Karena nama “Meilleur Ami” sendiri yang berarti “teman baik / sahabat” dalam bahasa Perancis. Kenapa filosofi kami menganggap klien sebagai sahabat? Karena sebagai sahabat tentu akan berusaha membahagiakan, mendukung dan memberikan yang terbaik untuk sahabat tersayang di hari terindahnya, hari pernikahan. Selama lima tahun perjalanan Meilleur Ami Muslimah Bride, nggak terhitung jumlah sahabat baru kami, baik sahabat (klien) prewedding, wedding, post wedding dan juga maternity.

Sebagai seorang sahabat, kami bakal berbagi cerita dan tips untuk menjalin komunikasi yang baik antara Klien dan Vendor, kenapa komunikasi yang baik amat diperlukan? Karena menjadi salah satu penentu terwujudnya acara pernikahan yang kamu inginkan, tips yang akan kami bagi disini berdasarkan pengalaman kami, semoga bermanfaat ya.

 

Waktu

Ada kalanya, sebagai calon pengantin ada saja ide atau keinginan yang mendadak harus kita sampaikan ke vendor, browsing Pinterest tengah malam dan mendadak punya ide gaun untuk dicontoh? boleh, langsung screenshot dan dikirim lewat Whatsapp ke vendor? boleh. Yang nggak boleh adalah kemudian bete kalau nggak segera direspon oleh vendor. Kamu juga harus menyadari bahwa vendor juga punya “jam kerja” walaupun nggak berada di kantor, tenang saja pasti dibalas kok, walau mungkin tak secepat yang kamu bayangkan.

Beberapa vendor mungkin akan slow respond atau sedikit sulit dihubungi ketika weekend, kenapa? Karena weekend adalah “hari kerja” mereka, dimana saat itu pasti mereka sedang konsentrasi dalam acara pernikahan klien yang lain, ada baiknya kamu menyadari hal ini, supaya vendor juga bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk klien mereka di hari tersebut, kamu nggak ingin juga kan di hari pernikahanmu pelayanan vendor kurang maksimal karena mereka nggak fokus harus membagi pikiran antara acara kamu dan melayani permintaan klien yang lain.

 

 

Media / sarana Komunikasi

Saat ini kita sudah dimanjakan dengan berbagai pilihan sarana komunikasi di telepon pintar kita, Whatsapp / Line / iMessage dan sebagainya bisa kita gunakan dengan mudah untuk komunikasi yang intensif dengan vendor. Namun, gunakan dengan cermat sesuai kebutuhan apa yang hendak kamu sampaikan ke vendor. Bila sifatnya urgent dan butuh penjelasan yang agak detail ke vendor, sampaikan lewat telepon, karena bisa jadi apabila kamu sampaikan lewat teks akan menimbulkan interpretasi yang berbeda untuk vendor, begitu pula sebaliknya.

 

Jangan Mudah “Baper”

Sudah panjang lebar kirim pesan teks ke vendor tapi cuma ditanggapi dengan singkat dan nggak sesuai dengan jawaban yang kamu harapkan? Sabar, jangan langsung negative thinking dulu, bisa jadi vendor pilihan kamu sedang dalam perjalanan atau tengah konsentrasi bekerja, ingat bahwa kamu bukan satu-satunya klien mereka, tarik nafas sebentar, kemudian minta mereka untuk segera menghubungi kamu lagi ketika mereka sudah sempat.

Sedikit berbagi cerita yang kami dengar dari sesama vendor pernikahan, ada seorang klien yang membatalkan pesanan, karena sang klien merasa nggak puas terhadap jawaban-jawaban singkat dari vendor ketika bertukar pesan teks, padahal yang terjadi adalah saat itu sang vendor tengah bekerja menangani klien lain dan belum sempat untuk menjawab secara panjang lebar. Yang disesalkan, akibat salah paham kecil tersebut malah klien yang membatalkan pesanan menjadi mengorbankan dirinya sendiri karena beralih menggunakan vendor lain yang ternyata kualitas akhirnya tidak sebaik vendor yang dibatalkan. Sayang sekali kalau hal seperti itu terjadi di kita, jadi  bersabar ya dan jangan mudah negative thinking.

 

Jangan Suka Mengintimidasi

Mempersiapkan hari pernikahan, wajar bila seorang calon pengantin merasa cemas, takut dan mungkin sedikit panik, dalam keadaan tersebut akan muncul sifat serta kepribadian asli seseorang. Tenang, kalau kamu bisa menjalin hubungan dan berkomunikasi yang baik dengan vendor, mereka akan membantu dan meyakinkan kamu bahwa semuanya akan berjalan sesuai rencana. Menjalin hubungan yang baik berarti kamu bisa menghargai dan menghormati vendor untuk bisa mendapatkan timbal balik yang serupa. “Respect is something you choose to give, to earn it back for you”.

Pahami bahwa vendor adalah mitra untuk mewujudkan acara pernikahan impian. Gunakan tata bahasa dan tutur kata yang baik, sehingga vendor pun akan melakukan sebaliknya. Kalau bahasa yang dikatakan ke vendor sudah merendahkan/mengintimidasi, jangan sedih kalau vendor melakukan sebaliknya.

 

Uang Bukanlah Segalanya

Untuk bagian ini, kami sedikit berbagi pengalaman ya, ada calon pengantin yang mungkin kurang percaya diri karena memilih Paket Pernikahan dangan harga paling murah, menjadi khawatir nggak akan dilayani dengan maksimal oleh Meilleur Ami. Tenang saja, kami berusaha istiqomah untuk memberikan pelayanan yang terbaik tanpa membedakan klien secara finansial. Untuk kami, uang bukanlah segalanya. Sejumlah uang yang klien bayarkan, kami anggap sebagai biaya untuk mewujudkan impian klien, sedangkan tenaga, waktu, hati dan pikiran yang kami curahkan untuk klien nggak bisa terbeli dengan uang, yang bisa “membayar”nya adalah kebahagiaan klien karena puas dengan pelayanan kami.

Pernah juga suatu hari, kami mengembalikan semua down payment seorang klien karena beliau marah-marah dan mengatakan kami penipu hanya karena kesalahpahaman kecil atas keresahan beliau sendiri. Karena sudah ada potensi nggak percaya satu sama lain, dan nggak ada rasa persahabatan yang biasanya kami junjung tinggi di Meilleur Ami, akhirnya kami putuskan untuk mengembalikan secara keseluruhan agar sama-sama bahagia.

Jujur dalam perjalanan kami selama ini, pernah mengalami rasa sedih ketika ada calon pengantin berpikiran bahwa vendor hanya semata mencari uang dan klien berhak merendahkan vendor karena “konsumen adalah raja”. Saran kami, hindari perilaku seperti itu ya, karena bukan nggak mungkin acara kamu nggak terwujud sesuai harapan atau para vendor tiba-tiba memilih mundur ketika sudah menjelang hari H karena tersakiti atau tersinggung dengan ucapan dan tindakan kamu. Yuk ciptakan suasana komunikasi yang kondusif antara kamu dan para vendor yang kamu gunakan. Semoga lancar dan berhasil.

 

 

No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
Instagram
Follow me @raninelasari

Error: Access Token is not valid or has expired. Feed will not update.
This error message is only visible to WordPress admins

There's an issue with the Instagram Access Token that you are using. Please obtain a new Access Token on the plugin's Settings page.
If you continue to have an issue with your Access Token then please see this FAQ for more information.