MENU0

HOW TO : Organized Fashion Trunkshow

Bikin event adalah salah satu passion ku, karena dari kecil udah dididik oleh almarhum papa untuk bisa bikin acara sendiri. Karena kerjaanku nggak jauh-jauh dari aktivitas promosi, tentu saja bikin event jadi salah satu agenda rutin di Meilleur Ami. Jadi, kali ini aku akan berbagi tentang pengalamanku mengadakan acara fashion trunkshow.

Fashion trunkshow sendiri sebetulnya sudah dikenal di Paris, New York dan kota-kota lain sejak berpuluh tahun lalu. Tapi di Indonesia, khususnya Semarang, fashion trunkshow mungkin masih agak asing. Kalau fashion show diadakan di tempat megah dengan panggung besar, lain halnya dengan fashion trunkshow. Karena sejarahnya, acara ini biasanya diadakan intimate, di studio sang designer atau di sebuah hotel. Tujuannya diadakan trunkshow adalah untuk memperkenalkan produk baru yang akan diluncurkan. Di trunkshow, selain mengundang end user (pembeli sekaligus pemakai), seorang desainer atau brand owner akan mengundang buyer yaitu pemilik butik, pemilik departemen store, atau pemilik fashion outlet  sehingga mereka bisa menerima produk desainer tersebut untuk dijual di tempat mereka.

Mengadakan fashion trunkshow sebetulnya cukup sederhana, namun ada langkah-langkah yang harus diperhatikan, seperti di bawah ini :

  1. Tentukan konsep dan lokasi

Konsep adalah pondasi, karena dengan ditentukannya konsep maka lainnya akan mengikuti. Misal temanya “pastel mood”, maka pilihlah lokasi yang terang dan mudah didekor dengan nuansa manis berwarna pastel. Tapi, nggak menutup kemungkinan kita bisa memilih lokasi dengan ambience gelap supaya kontras dengan produk yang disajikan. Semua tergantung tujuan yang ingin dicapai dari trunkshow itu sendiri. Yang penting, lokasi tersebut memiliki/bisa disetting ada backstage-nya untuk transit para model yang akan memperagakan produk kita. Lokasi acara ini bisa di hotel, di restoran atau di studio kita sendiri.

  1. Pilih Model

Memilih model nggak bisa dibilang mudah, karena dia adalah salah satu media untuk menyampaikan konsep dari produk kita. Model harus dipilih sesuai dengan produk yang kita ciptakan. Kalau salah pilih model, bukannya produk kita terlihat bagus, malah kelihatan “redup”. Kalau itu terjadi, bukan 100% salah modelnya, namun kita yang kurang pandai memilih model yang sesuai dengan produk kita. Menemukan model yang tepat bisa didapat dengan cara bekerjasama dengan agensi model. Mereka akan membantu memilih model yang sekiranya sesuai dengan konsep produk dan acara kita sehingga kita nggak perlu pusing-pusing mencari secara random, tapi mereka yang akan menyodorkan model-model mereka kepada kita.

  1. Bikin publikasi dan undangan

Publikasi tentu sangat wajib untuk kita menyelenggarakan acara. Meskipun fashion trunkshow biasanya bersifat intimate dan hanya memperbolehkan mereka yang ada di daftar undangan saja, bukan berarti nggak perlu dipubilkasikan. Kita bisa mempublikasikan acara ini melalui sosial media, atau bekerjasama dengan media massa supaya minimal orang aware dengan acara kita meskipun mereka tidak datang secara langsung, mungkin mereka akan datang di lain kesempatan.

Mengenai jumlah undangan, kita bisa bagi menjadi tiga bagian yaitu buyer, end user, dan influencer. End user sudah pasti pembeli loyal kita, tanpa mereka produk yang kita desain susah payah nggak akan ada yang beli. Buyer seperti yang sudah aku tulis di atas tentu saja mereka yang mau beli produk kita untuk dijual kembali, sedangkan peran influencer di sini adalah sebagai public relations untuk acara kita, supaya khalayak luas mengetahui acara sekaligus produk yang kita luncurkan. Tapi, jangan sembarang influencer yang diundang,disesuaikan dengan acara ini yaitu fashion influencer. Untuk fashion blogger,bisa kita masukkan ke kategori influencer yah. Mereka perlu diundang karena mereka akan mereview produk kita dengan senang hati.

  1. Susunan tempat duduk

Kalau di pagelaran fashion besar ada front row yaitu mereka yang duduk paling depan disamping lintasan runway, di trunkshow pun posisi duduk mempengaruhi. Pastikan potential buyer berada pada sudut pandang yang tepat, nggak ada yang menghalangi pandangan. Karena biasanya fashion trunkshow ini nggak ada jalur runway melainkan mendekat ke penonton, selain posisi tempat duduk, koreografi juga menentukan. So, jika kita nggak ada pengalaman blocking fashion show, nggak ada salahnya demi kelancaran acara trunkshow, kita bisa sewa koreografer.

  1. Pilih MC yang sesuai

Kalau mengenai MC atau master of ceremony, aku adalah salah satu orang yang detail dan nggak mau pilih sembarang MC. Karena dialah yang akan mempresentasikan produk kita ke penonton dan membawa acara ini.

Tentu saja pilih MC yang cerdas, mengerti dunia fashion, atau mengerti istilah fashion, sehingga nggak akan kagok menyebutkannya. Kenapa cerdas, karena kita sebagai penyelenggara acara hanya akan memberikan garis besar apa yang akan dipresentasikan sehingga kecerdasan di sini dibutuhkan untuk mempresentasikan produk kita sekaligus membuat acara kita seru, nggak membosankan dan menarik perhatian penonton, Nggak mau kan bikin acara tapi penontonnya mainan handphone semua, alias garing, hehehe..

  1. Stage Manager is a must!

Meskipun nggak selalu ada stage, acara fashion trunkshow juga membutuhkan stage manager. Karena dia yang berperan sebagai time keeper (pengatur waktu) kapan model mulai keluar-masuk, apakah musiknya sudah sesuai dan lain sebagainya. Intinya, dia yang mengkoordinir dan mengawasi jalannya acara agar berlangsung lancar dan sesuai dengan tujuan.

Nggak susah kan, bikin trunkshow untuk produk sendiri? Kalau kita berani mencoba dan berusaha keras, tentunya Allah akan membukakan jalan selebar-lebarnya. Good luck!

No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
Instagram
Follow me @raninelasari